
Tanjung Jabung Barat (MAN 1 Tanjung Jabung Barat) - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat Madrasah Aliyah (MA) Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengadakan Workshop Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai hari ini hingga 2 Januari 2025, dengan MAN 1 Tanjung Jabung Barat sebagai tuan rumah. Workshop ini didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sebanyak 60 peserta mengikuti workshop ini. Mereka merupakan perwakilan guru dari MAN 1, MAN 2, serta anggota Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MA se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai moderasi beragama, ekoteologi, dan kurikulum berbasis cinta. Dengan demikian, diharapkan pembelajaran tidak hanya berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peserta didik dan lingkungan sekitar.
Ketua MGMP MA Tanjung Jabung Barat yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Nur Wahijah, S.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini dirancang untuk mendorong implementasi pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta agar dapat memberikan pengaruh positif tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat.
Kepala MAN 1 Tanjung Jabung Barat, H. Heri Pasudi, S.Pd., M.Pd., sebagai tuan rumah, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada madrasahnya. Ia menilai kegiatan MGMP tingkat MA ini sebagai sarana strategis untuk memperkuat profesionalisme guru, meningkatkan kolaborasi antar-madrasah, serta menghadirkan pembelajaran yang humanis, religius, dan peduli lingkungan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dr. H. A. Rahman Sayuti, S.Ag.,M.H. dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama melalui pendidikan yang terintegrasi dengan nilai-nilai ekologis dan kemanusiaan. Ia berharap hasil workshop dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di setiap madrasah.
Materi pengantar workshop disampaikan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat, H. Bambang Setiyono, S.HI., M.H. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berkarakter, dan berkelanjutan melalui pendekatan ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta.
Selanjutnya, disampaikan oleh Dr. Khurnia Eva Nilasari, M.Pd., Widyaiswara BDK Padang. Materi yang diberikan meliputi konsep ekoteologi dalam pendidikan, kurikulum berbasis cinta, keteladanan, kerukunan, serta integrasi nilai humanis, ekologis, dan spiritual dalam pembelajaran. Selain itu, peserta juga mempelajari identifikasi dan pemetaan capaian pembelajaran, penyusunan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran, hingga penyusunan modul ajar atau RPP yang terintegrasi nilai ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta.
Selama workshop, peserta akan mengikuti coaching clinic penyusunan modul ajar atau RPP per mata pelajaran, presentasi hasil penyusunan perangkat pembelajaran, serta perancangan LKPD yang kontekstual, humanis, dan berbasis ekologi. Kegiatan lain yang dilakukan adalah asesmen pembelajaran dan diskusi tematik, seperti pembahasan bencana alam dalam perspektif keagamaan dan kemanusiaan, serta pembangunan relasi harmonis antara guru, siswa, dan lingkungan.
Melalui workshop ini, MGMP MA Tanjung Jabung Barat diharapkan dapat menghasilkan perangkat pembelajaran yang inovatif dan aplikatif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang religius, humanis, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. "Humas"



|
543x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Barat dan Sekitarnya
Memuat tanggal...