
Tanjung Jabung Barat (MAN 1 Tanjung Jabung Barat) - Kegiatan kerohanian Islam (Rohis) MAN 1 Tanjung Jabung Barat kembali dilaksanakan dengan melibatkan peserta didik kelas XII sebagai petugas. Kegiatan diawali oleh pembawa acara (MC) dengan pembacaan Surah Yasin yang diikuti oleh seluruh peserta. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian pembelajaran diberikan keberkahan dan manfaat bagi seluruh peserta didik.
Selanjutnya, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Ahmadi, S.Pd.I., M.Pd., memberikan kata sambutan sekaligus menyampaikan materi kepada peserta didik. Dalam penyampaiannya, Ahmadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Rohis yang dinilai menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik.
Dalam materi yang disampaikan, Ustadz Ahmadi mengangkat sebuah kisah tentang lebah sebagai perumpamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menceritakan bahwa pernah ada seekor lebah yang menyengat seseorang. Karena merasa marah, orang tersebut kemudian membunuh seluruh koloni lebah yang berada di dalam sarangnya. Menurutnya, peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bahwa terkadang sebuah persoalan kecil dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar ketika tidak ada pihak yang berani mengingatkan atau mencegah sejak awal.
Ustadz Ahmadi kemudian mengaitkan kisah tersebut dengan kehidupan peserta didik di lingkungan madrasah. Ia mengingatkan agar peserta didik tidak menjadi orang yang abai ketika melihat tindakan yang tidak baik, seperti perundungan (bullying), kenakalan, tindakan kriminal, maupun perilaku lain yang dapat merugikan orang lain dan lingkungan madrasah. “Kalau ada teman yang melakukan bullying, melakukan tindakan yang tidak baik, atau bahkan mengarah kepada tindakan kriminal, jangan dibiarkan. Kalau kita tidak berani menegur, tidak berani bertindak, dan tidak berani melaporkan, maka jangan sampai suatu saat kita sendiri yang menjadi korban,” pesannya.
Ia juga menegaskan pentingnya sikap peduli terhadap berbagai bentuk kezaliman. Menurutnya, peserta didik tidak boleh membiarkan sesuatu yang salah hanya karena merasa bukan tanggung jawabnya. “Jangan menjadi orang yang abai terhadap sesuatu yang zalim. Ketika kita melihat sesuatu yang salah, kita harus memiliki kepedulian dan keberanian untuk mengambil sikap yang benar,” tegasnya.
Tidak hanya dalam persoalan sosial, Ahmadi juga mengajak peserta didik untuk membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan madrasah. Ia memberikan contoh sederhana bahwa ketika melihat sampah berserakan, peserta didik seharusnya tidak berpikir bahwa sampah tersebut bukan miliknya atau bukan tanggung jawabnya. “Jangan abai ketika melihat sampah. Walaupun sampah tersebut bukan sampah kita dan bukan tanggung jawab kita, kalau kita melihatnya, maka ambillah. Kepedulian itu dimulai dari hal-hal kecil,” ujarnya.
Pesan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran peserta didik bahwa menjadi bagian dari madrasah berarti memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang BERSIH. “Humas”



|
301x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Barat dan Sekitarnya
Memuat tanggal...